Batubara(siletpost.com)- Atribut baliho, poster, spanduk telah bertebaran dimana-mana menjelang Pilkada, banyak wajah bermunculan mengenalkan dirinya menuju Pilkada 2024 Kabupaten Batubara.
Namun atribut tersebut diduga tidak memperhatikan nilai norma yang berlaku sesuai aturan Pemilu dan Pilkada. Terlihat disepanjang jalan access Road Inalum, Kabupaten Batubara Sumatera utara, kini tak ubahnya seperti museum seni rupa dadakan yang menampilkan ‘mahakarya’ oknum politisi lokal.
Bukannya dihiasi keindahan alam atau infrastruktur, kawasan industri ini malah dipenuhi spanduk-spanduk yang mempromosikan tokoh-tokoh politik seperti Z Mantan Bupati Batubara , BN Bacalon Gubernur Sumut, dan DWS Mantan Kadisdik Dan Bacalon Bupati Batubara, hingga ASR Ketua Ormas Agama yang terpampang sebagai bacalon Bupati 2024. Namun, yang paling mencolok dan dominan adalah spanduk-spanduk milik BSN dengan kedok Kadispora Sumut.

Hal ini diungkap secara gamblang oleh Muhammad Syafii, tokoh pemuda kelahiran desa Kuala Tanjung. Menurut Syafii kalau saja spanduk-spanduk ini dipasang secara legal, mungkin masih ada manfaatnya.
“Bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi, kenyataannya? Spanduk-spanduk ini dipasang tanpa izin, jadi kita kehilangan potensi PAD yang bisa digunakan untuk pembangunan,”ujarnya dengan nada sarkastik dan penuh kekecewaan, seperti yang diterima redaksi siletpost.com, rabu (31/07/2024).

Bahkan aktivis terkemuka di Batubara ini pun turut mengultimatum kinerja Satpol PP Di Batubara. Menurutnya Mereka seharusnya bertanggung jawab menertibkan ini.
“Apakah tugas mereka hanya berpatroli tanpa tindakan nyata? ‘Sampah visual’ ini dibiarkan tumbuh subur tanpa ada upaya pembersihan,”lanjut Syafii
Tidak berhenti di situ, Aktivis yang namanya mendominasi di area industri ini juga menyoroti kinerja Bawaslu Batu Bara.
“Apakah Panwaslu Batu Bara buta atau pura-pura tidak melihat? Apakah mereka tidak bisa menganalisa dampak kampanye yang berlebihan ini? Akibatnya, Kuala Tanjung menjadi kotor oleh spanduk-spanduk politik yang tak terkendali. Seharusnya mereka lebih proaktif dalam menangani hal ini sebelum situasinya semakin parah,”sentilnya
Muhammad Syafii berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk membersihkan spanduk-spanduk tersebut. Bukan hanya demi mengembalikan keindahan jalanan, tetapi juga demi menjaga kenyamanan dan ketertiban lingkungan.
“Hingga saat ini, pemandangan di sepanjang jalan Access Road Inalum masih jauh dari kata rapi, lebih mirip pasar malam yang tak terurus,”tandasnya
Editor : Redaksi

