Batubara(siletpost.com),-Di tengah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, Oknum Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Kadispora Sumut), tengah menjadi sorotan khsusunya dari Komunitas Peduli (KOMPI) Batubara. Berdasarkan amatan Kompi, sorotan yang tertuju pada Kadispora Sumut itu bukan karena dukungannya terhadap atlet, melainkan karena wajahnya yang mendominasi baliho-baliho di sepanjang akses road Inalum dan desa-desa Kabupaten Batubara. Hal Ini menurut catatan Kompi dapat menimbulkan kekhawatiran tentang prioritasnya di tengah event olahraga besar.
Muhammad Syafii, Sekretaris Komunitas Peduli Kabupaten Batubara (KOMPI), mengungkapkan keprihatinannya dengan nada sinis. “Kami sangat terkejut melihat Baharrudin Siagian yang tampaknya lebih fokus pada kampanye politik menjelang Pilkada daripada pada tanggung jawabnya sebagai Kadis Pora Sumut selama PON XXI. Ini bukan hanya soal baliho-baliho yang menghiasi jalanan, tetapi juga tentang komitmen terhadap integritas public,”kata Syafii Sekretaris Kompi Batubara dalam siaran persnya yang diterima siletpost.com (25/08).
Pihaknya menekankan bahwa praktek “politik gentong babi” harus dihindari. Karena Politik gentong babi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan kekuasaan publik dan sumber daya untuk kepentingan pribadi, sering kali dengan cara yang tidak transparan. Jika kita melihat bagaimana baliho-baliho politik beberapa pejabat public mendominasi ruang publik,dan hal ini membuat Komunitas Peduli (Kompi) Batubara merasa khawatir ini adalah bentuk dari praktik politik gentong babi. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang harus dijunjung oleh pejabat publik.
Atas dasar bertebaran baliho-baliho Oknum Kadispora Sumut ini, Syafii juga meminta tindakan tegas dari pemerintah. “Kami meminta Penjabat Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi peran Baharrudin Siagian sebagai Kadis Pora. Fokusnya seharusnya pada mendukung prestasi atlet di PON XXI, bukan memanfaatkan posisinya (Diduga) untuk kepentingan politik pribadi,”ujarnya
Menurut Syafii Politik gentong babi seperti ini hanya akan merugikan masyarakat dan mengalihkan perhatian dari tujuan utama event ini.
KOMPI mengingatkan Kembali Baharrudin Sıagian untuk kembali fokus pada tugasnya yang sebenarnya membawa Sumatera Utara berjaya di PON XXI, bukan berjaya di lomba kampanye baliho. “Jika energi yang sama yang digunakan untuk membuat Baliho dialihkan ke PON, mungkin kita sudah panen medali emas. Tapi ya, setiap orang punya prioritas, dan tampaknya Baharrudin sudah jelas menunjukkan prioritasnya,”tandas Syafii, Kompi Batubara. (rils).
Editor : Redaksi

