Batu Bara(siletpost.com) – Upaya perbaikan infrastruktur jalan desa kini menemukan wajah baru lewat program bertajuk Kolaborasi Berkah Bahagia yang digagas oleh Kepala Desa Kuala Tanjung, Ibnul Fandika. Program ini lahir sebagai wujud konkret komitmen Pemerintah Desa terhadap pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Program ini juga merupakan implementasi langsung dari arahan dan bimbingan Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, khususnya dalam mendorong efektivitas penggunaan anggaran serta optimalisasi pelayanan publik di tingkat desa. Prinsip sinergi dan kolaborasi menjadi landasan utama dari pendekatan pembangunan yang diusung.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Kuala Tanjung menjalin kerja sama dengan pihak swasta, yaitu Kilang Padi Setia Budi yang berlokasi di Dusun V, sebagai mitra strategis dalam perbaikan infrastruktur jalan. Jalan yang menjadi fokus program ini adalah ruas Jalan Padat Karya, yang menghubungkan Dusun V dan VI — akses vital yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.
“Dalam era efisiensi dan tuntutan pembangunan yang makin mendesak, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan. Alhamdulillah, kami bisa bersinergi dengan pelaku usaha lokal untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ibnul Fandika saat ditemui di lokasi perbaikan, Jumat (12/7).

Pengerjaan perbaikan jalan dilakukan sepanjang ±1.500 meter, dengan metode pengecoran menggunakan beton siap pakai (ready mix) — sebuah pilihan teknis yang dipilih demi daya tahan dan efisiensi jangka panjang. Kilang Padi Setia Budi berperan aktif dalam penyediaan material beton, sementara biaya operasional proyek ditanggung secara pribadi oleh Kepala Desa, sebagai bentuk komitmen personal terhadap pengabdian publik.
Menariknya, seluruh proses pengerjaan dilakukan melalui gotong royong warga, yang menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat desa masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan lokal. Sinergi antara pemerintah desa, pelaku usaha lokal, dan warga masyarakat menciptakan ekosistem kerja yang efektif dan berdaya guna.
Hasilnya pun nyata dirasakan masyarakat. Jalan yang semula rusak parah, berlubang, dan membahayakan kini telah berubah menjadi jalan beton yang rata dan nyaman dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami sangat senang dan berterima kasih. Sudah lama jalan ini rusak dan akhirnya diperbaiki dengan baik,” ujar salah satu warga Dusun VI.
Tak hanya berhenti pada aspek teknis, program Kolaborasi Berkah Bahagia juga menyentuh dimensi sosial dan spiritual. Harapan besar disematkan agar model kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur secara mandiri, kreatif, dan kolaboratif.
Baik Kepala Desa maupun pengusaha Kilang Padi Setia Budi berharap, KOLABORASI ini tidak hanya menjadi solusi teknis atas persoalan infrastruktur, tetapi juga membawa KEBERKAHAN dan KEBAHAGIAAN bagi seluruh pengguna jalan.
“Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari semangat besar untuk membangun desa bersama, dan menjadi contoh bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu bantuan besar – tapi bisa dimulai dari kemauan dan kerja sama yang tulus,” tutup Kepala Desa.

