Batubara(siletpost.com),- Tradisi menjelang akhir ramadhan, banyak kegiatan yang dibuat oleh masyarakat di malam-malam kemuliaan ini, salah satunya menyambut malam Ke 27 Likur Ramadhan.
Malam liku merupakan malam tujuh likur dan begitulah istilah yang sering menjadi sebutan bagi masyarakat terkhususnya berada di Daerah Batu Bara. Pada malam ini ada suatu budaya yang menjadi tradisi bagi masyarakat yaitu pesona sebuah Colok dengan cahaya api dari kaleng bekas.

Hal semacam ini pun di buat diDesa Pematang Nibung Kecamatan Medang Deras yang diprakarsai oleh Remaja masjid Darul Muttaqin. Pantauan awak media begitu melewati jalan lintas tersebut sangat terpesona begitu melihat titik-titik cahaya api dengan sepanjang Jalan mulai dari Mesjid Darul Mutaqqin sampai perbatasan Desa.
Kegiatan itu diapesiasi dan dibenarkan oleh Ketua BKM Mesjid Darul Muttaqin Abdullah Qomaini, SPd SD, menurutnya kegiatan ini merupakan seni tradisi bagi masyarakat disini setiap malam 27 Likur membuat lampu colok sepanjang jalan. “Dan tradisi ini harus dilestarikan terus oleh para Remaja dan pemuda agar tidak punah pada zaman-zaman berikutnya,” kata Abdullah pada siletpost.com, Minggu 07 April 2024
Abdullah pun melanjutkan, bahwa lampu colok ini juga menjadi wahana berfoto ria masyarakat lokal maupun pegendara nantinya. “Budaya ini sudah lama sekali dan tak lekang oleh perubahan zaman, dilestarikan oleh Remaja Mesjid Darul Muttaqin disetiap kampung sejak puluhan tahun lalu,”pungkas Ketua BKM Masjid Darul Muttaqin itu
Penulis : Heri Gunawan
Editor : Redaksi

