Siletpost.com,-Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke Israel – 99% dari jumlah tersebut telah ditembak jatuh, kata militer Israel.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari, juga mengatakan bahwa sebagian drone dan rudal tersebut ditembakkan dari sejumlah negara, seperti Irak dan Yaman.
Presiden Joe Biden mengatakan AS “membantu Israel menghancurkan hampir semua drone dan rudal yang datang dari Iran.
Laksamana Muda Daniel Hagari mengeklaim serangan Iran menimbulkan “kerusakan kecil” terhadap pangkalan IDF di Israel selatan. Ada pula laporan gempuran tersebut mencederai seorang anak perempuan.
Bagaimanapun, menurut laporan CNN yang mengutip seorang pejabat pemerintah, Presiden Joe Biden telah mengatakan kepada PM Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan berpartisipasi dalam operasi serangan apa pun terhadap Iran.
Serangan melibatkan drone, rudal jelajah, dan rudal balistik
Serangan Iran mencakup 170 drone dan 30 rudal jelajah, namun tidak ada satupun yang memasuki wilayah Israel, kata militer Israel pada Minggu (14/04).
Kemudian ada pula 110 rudal balistik yang sebagian kecilnya mencapai Israel, kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari dalam pernyataan yang disiarkan televisi. Sumber media ini belum memverifikasi angka-angka tersebut secara independen.
Jarak terpendek dari Iran ke Israel adalah sekitar 1.000 km, melintasi Irak, Suriah, dan Yordania.
Gempuran diluncurkan dari sejumlah negara
Pada Sabtu (13/04) malam, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan telah meluncurkan drone dan rudal.
Sumber keamanan Irak mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sejumlah proyektil terlihat melintasi wilayah Irak menuju Israel.
IRGC mengatakan sejumlah rudal balistik ditembakkan hampir satu jam setelah drone dilesatkan sehingga seluruh drone dan rudal akan menggempur Israel pada waktu yang hampir bersamaan.
Departemen Pertahanan AS mengatakan pasukan AS mencegat puluhan rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran, Irak, Suriah, dan Yaman.
Kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran juga mengatakan pihaknya telah menembakkan dua rentetan roket ke pangkalan militer Israel di Dataran Tinggi Golan – sebuah dataran tinggi yang dirampas Israel dari Suriah dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.

Israel dan sekutunya mencegat sebagian besar drone dan rudal
Sekitar 99% dari serangan drone dan rudal telah dicegat baik di luar maupun di dalam wilayah udara Israel, kata Laksamana Muda Hagari.
Ini termasuk semua drone dan rudal jelajah, yang mengikuti lintasan datar, serta sebagian besar rudal balistik, yang ditembakkan pada lintasan melengkung menggunakan gravitasi untuk mencapai kecepatan sangat tinggi.
Presiden AS Joe Biden mengatakan pasukan AS “membantu Israel menghancurkan hampir semua” drone dan rudal yang diluncurkan Iran pada Minggu (14/04).
Biden juga mengatakan AS telah mengerahkan pesawat dan kapal perang ke wilayah sekitar Israel “selama seminggu terakhir“ sebelum serangan Iran berlangsung.
Beroperasi dari pangkalan yang dirahasiakan di wilayah tersebut, pasukan AS menembak jatuh sejumlah drone Iran di Suriah selatan dekat perbatasan dengan Yordania, kata sumber keamanan kepada Reuters.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak telah mengonfirmasi bahwa pesawat jet Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris juga menembak jatuh sejumlah drone penyerang Iran. Sunak mengatakan serangan Iran adalah “eskalasi yang berbahaya dan tidak perlu, dan saya sangat mengutuknya”.
Yordania – yang memiliki perjanjian damai dengan Israel tetapi sangat kritis terhadap cara Israel beraksi melawan kelompok Palestina Hamas di Gaza – juga mencegat benda-benda terbang yang memasuki wilayah udaranya untuk menjamin keselamatan warganya, kata kabinet pemerintahan Yordania.
Prancis membantu berpatroli di wilayah udara tetapi tidak jelas apakah mereka telah menembak jatuh drone atau rudal, kata militer Israel.

Berapa banyak rudal yang berhasil menembus Israel dan kerusakan apa yang ditimbulkannya?
Di Jerusalem, para koresponden BBC melaporkan mendengar sirene dan melihat sistem pertahanan Kubah Besi Israel saat sedang beroperasi. Menggunakan radar untuk melacak roket musuh, sistem pertahanan tersebut dapat membedakan roket yang kemungkinan akan mengenai wilayah permukiman dan yang tidak.
Rudal pencegat hanya ditembakkan pada roket yang diperkirakan akan menyerang daerah permukiman.
Beberapa rudal balistik berhasil menembus dan menghantam wilayah Israel, kata Laksamana Muda Hagari.
Salah satunya “menghantam ringan” pangkalan angkatan udara Nevatim di Gurun Negev, Israel selatan. Laksamana Muda Hagari mengatakan pangkalan itu “masih berfungsi”.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengatakan serangan itu merupakan “pukulan keras” terhadap pangkalan udara tersebut.
Apa yang terjadi sekarang?
Stasiun televisi Israel, Channel 12, mengutip seorang pejabat Israel yang mengatakan akan ada “respons signifikan” terhadap serangan Iran.
Wilayah udara Israel telah dibuka kembali seperti halnya negara-negara tetangga, namun Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan konfrontasi dengan Iran “belum berakhir”.
Sementara itu Iran telah memperingatkan Israel bahwa tanggapannya “akan jauh lebih besar daripada aksi militer malam ini jika Israel membalas terhadap Iran”, kata kepala staf angkatan bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri kepada stasiun televisi pemerintah.
Dia mengatakan pangkalan-pangkalan AS juga akan diserang jika AS mengambil bagian dalam tindakan pembalasan Israel.
Komandan Korps Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, juga mengatakan Teheran akan membalas setiap serangan Israel terhadap kepentingan, pejabat, atau warga negaranya.
Dewan Keamanan PBB akan bertemu sekitar pukul 20:00 GMT (03.00 WIB) untuk membahas peristiwa terbaru atas permintaan Israel.(bbc)
Artikel Ini Telah Tayang Di bbc.com

